…Tan Hana Dharma Mangrwa

Meditasi adalah pengosongan batin dari segala sesuatu yang di bentuk oleh batin… Jika Anda lakukan itu… maka Anda akan mendapati…ada suatu ruang luar biasa di dalam batin, dan ruang itu adalah kebebasan… Jika Anda berjalan sejauh itu, maka ada suatu gerak dari apa yang tidak diketahui, yang tidak dikenal, yang tak dapat diterjemahkan, yang tak dapat dirumuskan dengan kata-kata, maka Anda akan menemukan ada gerak dari Yang Maha Luas.

J. Krishnamurti

(1895 – 1986)

Tahukah Anda tentang meditasi? … Meditasi adalah bagian dari kehidupan; jangan katakan itu hanya untuk orang-orang bodoh saja. Itu adalah bagian dari eksistensi, jadi kalian harus tahu tentang itu, seperti Anda tahu tentang matematika, elektronika atau yang lain. Tahukah Anda apa artinya bermeditasi? Arti kata itu menurut kamus adalah ‘merenungkan’, ‘memikirkan’, ‘menimbang-nimbang’, ‘menyelidiki’. Maukah kita bicara sedikit tentang itu?

Bila Anda duduk dengan sangat tenang, atau berbaring dengan sangat tenang, tubuh ini rileks sepenuhnya, bukan? Pernahkah Anda mencoba duduk dengan sangat, sangat diam? Bukan memaksakannya, oleh karena pada saat Anda memaksakannya, tak ada gunanya. Duduk dengan sangat diam, baik dengan mata tertutup atau mata terbuka. Jika mata Anda terbuka, ada sedikit lebih banyak gangguan, Anda mulai melihat berbagai benda. Jadi, setelah memandang benda-benda, lengkung pohon itu, dedaunan, semak belukar, setelah memandang semua itu dengan penuh perhatian, lalu tutuplah mata Anda. Maka Anda tidak akan berkata kepada diri sendiri, “Apa yang terjadi?—saya mau lihat.” Pertama-tama, pandanglah segala sesuatu—perabotan, warna kursi itu, warna sweater ini, pandanglah bentuk pohon itu. Setelah memandang, keinginan untuk memandang keluar berkurang. Saya telah melihat langit biru itu, dan saya telah selesai dengan itu dan saya tidak akan memandangnya lagi. Tetapi mula-mula Anda harus memandang. Lalu Anda bisa duduk diam. Bila Anda duduk diam, atau berbaring dengan sangat diam, maka darah mengalir dengan mudah ke kepala Anda bukan? Tidak ada ketegangan. Itulah sebabnya orang bilang Anda sebaiknya duduk bersila dengan kepala tegak sekali, oleh karena darah lebih mudah mengalir dengan cara itu. Jika Anda duduk membungkuk, darah lebih sukar untuk mengalir ke kepala. Jadi Anda duduk atau berbaring dengan sangat, sangat diam. Jangan memaksakannya, jangan bergerak-gerak. Jika Anda bergerak, amatilah; jangan berkata, “Saya tidak boleh.” Maka, bila Anda duduk dengan sangat diam, Anda mengamati batin Anda. Pertama-tama, amati batin. Jangan memperbaikinya. Jangan berkata, “Pikiran ini baik, pikiran itu tidak baik”—amati saja. Maka Anda akan melihat ada si pengamat dan yang diamati. Ada pemisahan. Pada saat ada pemisahan, ada konflik. Nah, dapatkah Anda mengamati tanpa si pengamat? Adakah pengamatan tanpa si pengamat? Si pengamatlah yang berkata, “Ini baik, dan itu buruk”, “Ini saya suka, dan itu saya tidak suka”, atau “Seandainya teman perempuan saya tidak berkata begitu”, “Seandainya saya punya lebih banyak makanan”. Mengamati tanpa si pengamat cobalah sekali-sekali. Itu adalah bagian dari meditasi. Mulailah dengan itu. Itu cukup. Dan Anda akan melihat, jika Anda melakukannya, ada suatu hal yang luar biasa terjadi … tubuh Anda menjadi sangat, sangat cerdas. Sekarang ini tubuh tidak cerdas karena kita telah memanjakannya. Pahamkah Anda maksud saya? Kita telah merusak kecerdasan alamiah dari tubuh itu sendiri. Maka Anda akan menemukan tubuh berkata, “Pergilah tidur pada waktu yang tepat.” Ia menginginkannya, ia mempunyai kecerdasan dan kegiatannya sendiri. Dan juga bila ia ingin bermalas-malas, biarlah ia bermalas-malas.

Manusia selalu menginginkan sesuatu yang suci, luhur. Sekadar ramah kepada orang lain, peka, sopan, memperhatikan, penuh pertimbangan dan kasih sayang saja tidak punya kedalaman, tidak punya vitalitas. Kalau Anda tidak menemukan dalam hidup Anda sesuatu yang sungguh- sungguh suci, yang memiliki kedalaman, yang mempunyai keindahan besar, yang adalah sumber dari segala sesuatu, hidup ini menjadi sangat dangkal. Anda mungkin menikah dan berbahagia, dengan anak-anak, sebuah rumah dan uang, Anda mungkin pintar dan ternama, tetapi tanpa keharuman itu segala sesuatu menjadi bayang-bayang yang tidak nyata. Melihat apa yang tengah terjadi di seluruh dunia, apakah Anda, dalam kehidupan sehari-hari Anda, ingin menemukan sesuatu yang sungguh-sungguh benar, sungguh-sungguh indah, suci, luhur? Jika Anda punya itu, maka kesopanan punya makna, maka perhatian kepada orang lain punya makna, punya kedalaman. Maka Anda boleh melakukan apa saja yang Anda suka, akan selalu ada keharuman itu.

Bagaimana Anda sampai ke situ? Itu adalah bagian dari pendidikan Anda, bukan semata-mata belajar matematika, tetapi juga menemukan ini. Untuk melihat sesuatu dengan sangat jelas bahkan pohon itu batin Anda harus hening, bukan? Untuk melihat gambar itu saya harus memandangnya, tetapi jika batin saya berceloteh, berkata, “Saya ingin berada di luar”, atau “Saya ingin celana baru”, jika batin saya mengembara, saya tidak pernah bisa melihat gambar itu dengan jelas. Lihatlah dulu kelogisan ini. Untuk mengamati burung-burung, untuk mengamati awan, untuk mengamati pepohonan, batin harus luar biasa hening untuk mengikuti. Ada berbagai sistem di Jepang dan India untuk mengendalikan batin sehingga ia bisa menjadi hening sepenuhnya. Dan karena sangat hening, lalu Anda mengalami sesuatu yang tak terukur—itulah maksudnya. Jadi mereka berkata: pertama-tama batin harus hening, kendalikan dia, jangan biarkan mengembara, oleh karena jika Anda mempunyai batin yang hening maka hidup menjadi luar biasa. Nah, jika Anda mengendalikan atau memaksa batin, Anda mendistorsikannya, bukan? Jika saya memaksa diri untuk menjadi ramah, itu bukan keramahan. Jika saya memaksa diri untuk menjadi sopan sekali kepada Anda, itu bukan kesopanan. Jadi, jika saya memaksa batin saya untuk berkonsentrasi pada gambar yang satu ini, maka ada begitu banyak ketegangan, daya upaya, kesakitan dan penekanan. Dengan demikian, batin seperti itu bukanlah batin yang hening bukan? Jadi kita harus bertanya: adakah jalan untuk menghasilkan batin yang sangat hening tanpa distorsi apa pun, tanpa daya upaya apa pun, tanpa berkata, “Saya harus mengendalikannya”? Tentu saja ada. Ada suatu keheningan, kesunyian tanpa daya upaya apa pun. Itu membutuhkan pemahaman tentang apa daya upaya itu. Dan bila Anda memahami apa daya upaya, pengendalian, penekanan itu memahami bukan hanya dengan kata-kata, melainkan sungguh-sungguh melihat kebenarannya maka di dalam persepsi itu sendiri batin menjadi hening.

9 Komentar

  1. flo berkata,

    Mei 2, 2008 pada 10:12 am

    i’ll watching over u..

  2. Rix berkata,

    Mei 2, 2008 pada 10:44 am

    Intinya apa nih?

  3. pirmansah berkata,

    Mei 2, 2008 pada 10:52 am

    Apa dengan meditasi batin kita akan merasa tenang?
    Apa dengan meditasi semua pikiran, semua keraguan, semua kegelisahan akan otomatis hilang selamanya?
    penenangan jiwa yang seperti apa yang bisa di sembuhkan oleh meditasi?
    karena setiap detik, setiap menit, setiap jam jiwa kita akan selalu gelisah..?
    atau meditasi hanya obat penenang sesaat, pada saat kita melakukan meditasi itu…?

  4. nachiketas berkata,

    Mei 2, 2008 pada 11:23 am

    @Rix: hening!

    @Pirmansah: silahkan hening dulu..

  5. VEos berkata,

    Juni 9, 2008 pada 6:44 am

    look @ ur self x y..

  6. Natalie berkata,

    Desember 24, 2008 pada 8:01 am

    hening ning ning ning….
    sepi pi pi pi…

    mending dengerin musik….di blog gw, hahhahahahhaa

    http://nataliadj.com

    promotional use neh.

    Ha ha….

  7. flo berkata,

    Januari 20, 2009 pada 4:06 am

    bicara itu mudah…
    mewujudkan itu yang sulit…
    (Look @ myself)

  8. socrates berkata,

    Agustus 1, 2009 pada 6:22 am

    Luar biasa. setelah sekian lama mencari diluar, kita diajak untuk melihat kedalam. …saat itulah seni hidup kita nikmati…

  9. toni berkata,

    Agustus 10, 2009 pada 12:41 am

    dalam hidup, mendapat istri yang baik adalah suatu kebahagian. mengenal meditasi adalah suatu keindahan dan pembelajaran seumur hidup.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.